Jakarta, Pemda News - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menerbitkan pedoman sementara yang diperbarui untuk pengobatan klinis Covid-19 dan rekomendasi untuk mengeluarkan pasien dari isolasi. Selasa, 23 Juni 2020
Kriteria
yang diperbarui, dikutip dari situs web resmi WHO, mencerminkan beberapa temuan baru-baru ini
bahwa pasien yang gejalanya membaik dapat memperoleh hasil positif jika mereka
sembuh selama beberapa minggu.
Namun,
WHO mengatakan bahwa pasien memiliki peluang kecil untuk menularkan virus
corona ke orang lain.
Dalam
pedoman sementara yang diperbarui pada 27.05.2020, disebutkan bahwa kriteria
tersebut berlaku untuk semua kasus Covid-19, terlepas dari tempat isolasi dan
tingkat keparahan penyakitnya.
Misalnya,
jika pasien mengalami gejala selama 2
hari, pasien dapat dipulangkan 13 hari (10 hari 3 hari) setelah hari gejala.
Jika
pasien tidak menunjukkan gejala selama 13 hari, pasien dapat dipulangkan 17
hari setelah timbulnya gejala.
Seorang
pasien yang gejalanya berlangsung selama 30 hari dapat dipulangkan 33 hari
setelah timbulnya gejala. Menurut WHO, pasien Covid-19 dapat dipulangkan
dari rumah sakit dalam kondisi di atas
tanpa tes ulang.
Ini
berbeda dari rekomendasi awal WHO bahwa pasien harus membaik secara klinis dan
memiliki dua hasil swab negatif dari
sampel berturut-turut yang diambil setidaknya dalam selang waktu 24 jam.
Namun,
WHO mendorong negara-negara untuk tetap menggunakan kriteria pertama (setelah
dua tes PCR negatif) atau kriteria
terbaru untuk mengembalikan pasien dari isolasi.
Alasan
perubahan
Setelah
berkonsultasi dengan para ahli global dan negara anggota, WHO mengatakan bahwa
rekomendasi awal menghadirkan beberapa tantangan.
Isolasi
pasien yang terdeteksi RNA virus dapat memakan waktu lama setelah gejala
hilang, katanya.
Kondisi
ini kemungkinan akan mempengaruhi psikologi pasien, masyarakat dan akses ke
perawatan kesehatan.
WHO
juga mencatat bahwa di beberapa negara, kapasitas pengujian tidak mencukupi untuk memenuhi kriteria
awal pasien.
Artinya,
karena dua pengujian tidak harus negatif, alat pengujian dapat digunakan untuk
menguji lebih banyak kasus.
Tantangan
ini dan informasi baru yang tersedia
tentang risiko penularan virus corona memberikan kerangka kerja untuk
memperbarui waktu pemulangan bagi pasien yang pulih dari isolasi masuk dan
keluar dari fasilitas kesehatan.
Namun,
WHO terus mengkaji literatur ilmiah
terkait virus corona melalui Departemen Keilmuan dan Tim Teknologi Covid-19.
WHO
mendorong komunitas ilmiah untuk mengumpulkan bukti tambahan untuk
menyempurnakan kriteria lebih lanjut.
