WHO Memperbaharui Kriteria Untuk Pasien Yang Telah Sembuh Dari Covid-19

Header Menu


WHO Memperbaharui Kriteria Untuk Pasien Yang Telah Sembuh Dari Covid-19

Kamis, 23 Januari 2020

WHO Memperbaharui Kriteria Untuk Pasien Yang Telah Sembuh Dari Covid-19

Jakarta, Pemda News - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menerbitkan pedoman sementara yang diperbarui untuk pengobatan klinis Covid-19 dan rekomendasi untuk mengeluarkan pasien dari isolasi. Selasa, 23 Juni 2020

 

Kriteria yang diperbarui, dikutip dari situs web resmi WHO,  mencerminkan beberapa temuan baru-baru ini bahwa pasien yang gejalanya membaik dapat memperoleh hasil positif jika mereka sembuh selama beberapa minggu.

 

Namun, WHO mengatakan bahwa pasien memiliki peluang kecil untuk menularkan virus corona ke orang lain.

 

Dalam pedoman sementara yang diperbarui pada 27.05.2020, disebutkan bahwa kriteria tersebut berlaku untuk semua kasus Covid-19, terlepas dari tempat isolasi dan tingkat keparahan penyakitnya.

 

Misalnya, jika  pasien mengalami gejala selama 2 hari,  pasien dapat dipulangkan  13 hari (10 hari 3 hari) setelah hari gejala.

 

Jika pasien tidak menunjukkan gejala selama 13 hari, pasien dapat dipulangkan 17 hari setelah timbulnya gejala.

 

Seorang pasien yang gejalanya berlangsung selama 30 hari dapat dipulangkan 33 hari setelah timbulnya gejala. Menurut WHO, pasien Covid-19 dapat dipulangkan dari  rumah sakit dalam kondisi di atas tanpa tes ulang.

 

Ini berbeda dari rekomendasi awal WHO bahwa pasien harus membaik secara klinis dan memiliki dua hasil  swab negatif dari sampel berturut-turut yang diambil setidaknya dalam selang waktu 24 jam.

 

Namun, WHO mendorong negara-negara untuk tetap menggunakan kriteria pertama (setelah dua  tes PCR negatif) atau kriteria terbaru untuk mengembalikan pasien dari isolasi.

 

Alasan perubahan

 

Setelah berkonsultasi dengan para ahli global dan negara anggota, WHO mengatakan bahwa rekomendasi awal menghadirkan beberapa tantangan.

 

Isolasi pasien yang terdeteksi RNA virus dapat memakan waktu lama setelah gejala hilang, katanya.

 

Kondisi ini kemungkinan akan mempengaruhi psikologi pasien, masyarakat dan akses ke perawatan kesehatan.

 

WHO juga mencatat bahwa di beberapa negara, kapasitas pengujian  tidak mencukupi untuk memenuhi kriteria awal  pasien.

 

Artinya, karena dua pengujian tidak harus negatif, alat pengujian dapat digunakan untuk menguji lebih banyak kasus.

 

Tantangan ini dan informasi baru yang  tersedia tentang risiko penularan virus corona memberikan kerangka kerja untuk memperbarui waktu pemulangan bagi pasien yang pulih dari isolasi masuk dan keluar dari fasilitas  kesehatan.

 

Namun, WHO  terus mengkaji literatur ilmiah terkait virus corona melalui Departemen Keilmuan dan Tim Teknologi Covid-19.

 

WHO mendorong komunitas ilmiah untuk mengumpulkan bukti tambahan untuk menyempurnakan kriteria lebih lanjut.